Jumat, Maret 18, 2011
Kamis, Maret 17, 2011
PLTN Fukushima, Jepang
Ada diagram yang jelas dari BBC News mengenai PLTN di Fukushima,
silakan liat di
http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-12726591
dan tulisan di
http://theenergycollective.com/barrybrook/53461/fukushima-nuclear-accident-simple-and-accurate-explanation"
Update dari KBRI Tokyo (16 Maret 2011 via Facebook), sebagai berikut :
Rekomendasi ahli nuklir Indonesia di Jepang dalam rapat dengan KBRI Tokyo
tentang kerusakan PLTN Fukushima dan dampaknya bagi WNI
Kecelakaan di reaktor Fukushima Unit 1 sampai 4 termasuk dalam skala 4 dalam INES (International Nuclear and Radiological Event Scale). Hal ini berarti lingkup kecelakaan masih berada di sekitar PLTN Fukushima. Kecelakaan ini telah mengakibatkan rusaknya gedung reaktor, suppression pool (kolam penurun tekanan) dan kebakaran pada gedung reaktor yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar bekas. Ledakan yang terjadi adalah gas hidrogen yang terakumulasi akibat reaksi air dengan selongsong bahan bakar pada suhu tinggi. Namun pengungkung reaktor masih terjaga integritasnya dan mampu menahan bahan bakar nuklir dan menjaga agar zat radioaktif yang keluar ke lingkungan minimal.
Terhadap kecelakaan ini Pemerintah Jepang memutuskan radius aman evakuasi sejauh 20 km dari PLTN dan menghimbau warganya yang berada antara 20-30 km untuk tetap tinggal di rumah. Kecelakaan ini tidak sampai mengakibatkan kecelakaan yang lebih serius seperti kejadian Chernobyl yang masuk dalam skala 7 maupun Three Mile Island yang masuk dalam skala 5 INES. Skala 5 menyebabkan lelehnya bahan bakar di teras. Pemerintah Jepang saat ini mengatakan bahwa beberapa bahan bakar rusak di kecelakaan ini, tetapi belum ada keterangan resmi apakah telah terjadi pelelehan bahan bakar. Dosis radiasi terukur saat ini adalah 400,000 mikroSv/jam di daerah yang berdekatan dengan reaktor Fukushima yang dapat menggangu kesehatan tubuh. Saat ini dosis terukur di Tokyo yang jaraknya sekitar 300 km adalah 0.147 mikroSv/jam (maksimum) dengan rata-rata 0,049 mikroSv/jam. Sedangkan dosis aman untuk penduduk adalah 1000 mikroSv/tahun. Sebagai perbandingan dosis radiasi untuk sekali rontgen adalah 600 mikroSv. Maka kami merasa bahwa kondisi ini masih jauh dari batas bahaya di
daerah yang jauh dari reaktor nuklir, tetapi tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu rekomendasi kami terhadap kecelakaan ini adalah:
- Ring 1 (0-50 km). Saat ini radius aman yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang adalah 30 km dan zona evakuasi yang dikeluarkan oleh NRC dan FEMA berkisar antara 16-80 km (10-50 mil). Oleh karena itu kami menganggap radius 50 km untuk mengantisipasi kejadian terburuk yang dapat terjadi di lapangan, karena sampai saat ini tidak dapat diprediksi apa yang akan terjadi di PLTN Fukushima. Sehingga kami merekomendasikan untuk mengevakuasi seluruh WNI di radius 50 km.
- Ring 2 (50-100 km). Yang meliputi wilayah Ibaraki-ken (Kitaibaraki-shi, Takahagi-shi, Hitachi-shi), Miyagi-ken (Sendai-shi, Nattori-shi, Shiroishi-shi), Tochigi-ken (Nasushiobara-shi).
Untuk ring 2kami merekomendasikan:
- memakai pelindung yang dapat melindungi paparan radiasi terhadap kulit seperti masker, syal, kaus tangan dll.
- mengurangi keluar rumah jika tidak perlu
- menghindari penggunaan exhaust fan
- selalu menutup ruangan
- hindari minum dari kran
Tokyo, 16 Maret 2011
silakan liat di
http://www.bbc.co.uk/news/world-asia-pacific-12726591
dan tulisan di
http://theenergycollective.com/barrybrook/53461/fukushima-nuclear-accident-simple-and-accurate-explanation"
Update dari KBRI Tokyo (16 Maret 2011 via Facebook), sebagai berikut :
Rekomendasi ahli nuklir Indonesia di Jepang dalam rapat dengan KBRI Tokyo
tentang kerusakan PLTN Fukushima dan dampaknya bagi WNI
Kecelakaan di reaktor Fukushima Unit 1 sampai 4 termasuk dalam skala 4 dalam INES (International Nuclear and Radiological Event Scale). Hal ini berarti lingkup kecelakaan masih berada di sekitar PLTN Fukushima. Kecelakaan ini telah mengakibatkan rusaknya gedung reaktor, suppression pool (kolam penurun tekanan) dan kebakaran pada gedung reaktor yang berfungsi untuk menyimpan bahan bakar bekas. Ledakan yang terjadi adalah gas hidrogen yang terakumulasi akibat reaksi air dengan selongsong bahan bakar pada suhu tinggi. Namun pengungkung reaktor masih terjaga integritasnya dan mampu menahan bahan bakar nuklir dan menjaga agar zat radioaktif yang keluar ke lingkungan minimal.
Terhadap kecelakaan ini Pemerintah Jepang memutuskan radius aman evakuasi sejauh 20 km dari PLTN dan menghimbau warganya yang berada antara 20-30 km untuk tetap tinggal di rumah. Kecelakaan ini tidak sampai mengakibatkan kecelakaan yang lebih serius seperti kejadian Chernobyl yang masuk dalam skala 7 maupun Three Mile Island yang masuk dalam skala 5 INES. Skala 5 menyebabkan lelehnya bahan bakar di teras. Pemerintah Jepang saat ini mengatakan bahwa beberapa bahan bakar rusak di kecelakaan ini, tetapi belum ada keterangan resmi apakah telah terjadi pelelehan bahan bakar. Dosis radiasi terukur saat ini adalah 400,000 mikroSv/jam di daerah yang berdekatan dengan reaktor Fukushima yang dapat menggangu kesehatan tubuh. Saat ini dosis terukur di Tokyo yang jaraknya sekitar 300 km adalah 0.147 mikroSv/jam (maksimum) dengan rata-rata 0,049 mikroSv/jam. Sedangkan dosis aman untuk penduduk adalah 1000 mikroSv/tahun. Sebagai perbandingan dosis radiasi untuk sekali rontgen adalah 600 mikroSv. Maka kami merasa bahwa kondisi ini masih jauh dari batas bahaya di
daerah yang jauh dari reaktor nuklir, tetapi tidak boleh dianggap remeh. Oleh karena itu rekomendasi kami terhadap kecelakaan ini adalah:
- Ring 1 (0-50 km). Saat ini radius aman yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang adalah 30 km dan zona evakuasi yang dikeluarkan oleh NRC dan FEMA berkisar antara 16-80 km (10-50 mil). Oleh karena itu kami menganggap radius 50 km untuk mengantisipasi kejadian terburuk yang dapat terjadi di lapangan, karena sampai saat ini tidak dapat diprediksi apa yang akan terjadi di PLTN Fukushima. Sehingga kami merekomendasikan untuk mengevakuasi seluruh WNI di radius 50 km.
- Ring 2 (50-100 km). Yang meliputi wilayah Ibaraki-ken (Kitaibaraki-shi, Takahagi-shi, Hitachi-shi), Miyagi-ken (Sendai-shi, Nattori-shi, Shiroishi-shi), Tochigi-ken (Nasushiobara-shi).
Untuk ring 2kami merekomendasikan:
- memakai pelindung yang dapat melindungi paparan radiasi terhadap kulit seperti masker, syal, kaus tangan dll.
- mengurangi keluar rumah jika tidak perlu
- menghindari penggunaan exhaust fan
- selalu menutup ruangan
- hindari minum dari kran
Tokyo, 16 Maret 2011
Sabtu, Maret 12, 2011
Gempa dan Tsunami Jepang, 11 Maret 2011
11 Maret 2011 yang lalu, terjadi gempa besar dan tsunami di Jepang.
Magnitude 8.8, di pesisir timur laut pulau Honshu, daerah Sendai, Miyagi Perfecture.
Daerah yang kena dampak besar di Miyagi, Aomori, Fukushima dan Iwate.
Kaget.. shock juga.. karena ini yang terbesar di Jepang, bahkan sampe ada tsunami.
Gempa susulan beberapa kali terjadi.
Alhamdulillah.. kami saat ini sedang berada di Indonesia, tetapi tetap perasaan itu masih ada,
ketika kami merasakan gempa (yang kecil tetapi sering).. juga bagaimana kami bersiap-siap klo ada gempa, sehingga jalur evakuasi selalu diingat. Bahkan Azka pun ada pelatihan bencana di sekolahnya. Jadi kami sebagai penduduk, harus selalu siap jika ada bencana alam seperti gempa untuk evakuasi ke sekolah dasar atau sekolah menengah terdekat.
Berdasarkan info dari sahabat di Jepang (org Indonesia dan org Jepang) :
Hari itu hingga tanggal 12 Maret, listrik, air, gas, tidak boleh digunakan, bahkan transportasi pun belum bisa digunakan.
Malam menjadi gelap..
Untuk temen-temen yang memiliki saudara dan keluarga di Jepang, silakan cek
di websitenya KBRI Tokyo atopun follow twitternya di kbritokyo
KBRI Tokyo website
Kta doakan semoga mereka smua baik-baik saja, amiinn..
Langganan:
Postingan (Atom)

